Wednesday, October 31, 2018

Pendapatan Daerah

Pendapatan Daerah, berasal dari :
  • Pendapatan asli daerah sendiri
  • Pembagian pendapatan asli daerah
  • Dana perimbangan
  • Pinjaman daerah
  • Pendapatan daerah lainnya yang sah

  1. Pendapatan Asli Daerah
  • Pajak
  • Retribusi Daerah
  • Keuntungan Perusahaan Milik Daerah
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Dalam halaman ini khusus akan dibahas mengenai Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari Pajak daerah karena merupakan bagian PAD yang terbesar.

  1. Pajak

    → adalah Merupakan iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada pemerintah (daerah) tanpa balasa jasa langsung yang dapat ditunjuk, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah.
  • Pajak mempunyai peranan ganda yaitu sebagai sumber pendapatan daerah (budgetary) dan sebagai alat pengatur (regulatory).
2. Sifat dan Prinsip Pajak
Sebagai sumber pendapatan daerah setiap pajak harus memenuhi beberapa unsur diantaranya ;
  • Unsur Keadilan (Equity)
  • Unsur Kepastian (Certainty)
  • Unsur Kelayakan (Convenience
  • Unsur Ekonomi (Efisien)
  •  Unsur Ketepatan (Adequacy)


Tuesday, October 30, 2018

Ekonomi Publik

Dasar Ekonomi Publik
Pengertian
  • Cabang ilmu ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (Publik / Masyarakat, Pemerintah). 
Landasan Ekonomi Publik
  1. Masalah
  2. Sistem Perekonomian
 Analisis Sektor Publik
  • Deskripsi kegiatan pemerintah dalam perekonomian
  • Telaah implikasi penerapan kebijakan pemerintah
  • Tinjauan kriteria keberhasilan keputusan publik
  • Evaluasi proses politik yang mengarah pada pengambilan keputusan tentang kebijakan publik
 Peran Pemerintah
  • Pendekatan normatif yang memfokuskan pada apa yang harus dilakukan pemerintah.
  • Pendekatan positif yakni memberikan gambaran dan penjelasan apa yang dilakukan pemerintah dan apa konsekuensinya
Kegagalan Pasar
  • Kegagalan dari persaingan
  •  Adanya barang publik
  • Faktor eksternalitas 
  • Struktur pasar tidak sebagaimana diasumsikan (pasar persaingan sempurna) 
  • Informasi tidak lengkap 

Eksternalitas

Pengertian
  • Dampak aktivitas pelaku ekonomi terhadap ekonomi lain yang tidak diperhitungkan oleh sistem mekanisme harga normal.
  • Dampak tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak lain tanpa diikuti adanya kompensasi. 
Sifat dan Jenis Eksternalitas 
  1. Bersifat Positif (Menimbulkan manfaat)
  2. Bersifat Negatif (Menimbulkan kerugian)
Menginternalkan Eksternalitas
  • Pajak dan Subsidi yang ditanggung Pemerintah.
  • Tawar-menawar dan Negoisasi swasta.
  • Aturan dan Prosedur hukum tentang lingkungan
  • Menjual atau melelang hak untuk menimpalkan eksternalitas.
  • Peraturan pemerintah secara langsung.

  • Pajak dan Subsidi yang ditanggung Pemerintah
"Melalui pembebanan pajak kepada perusahaan senilai kerusakan yang ditumbulkan".

  •  Tawar-menawar dan Negoisasi swasta
"Pemerintah tidak perlu terlibat dalam hal mengatasi eksternalitas, untuk itu serahkan saja pada pihak-pihak yang terlibat yang justru akan menghasilkan solusi yang effisien dalam banyak kerugian sosial." ( Ronald Coase 1960)
Tiga syarat keberhasilan teorema Coase :
  1. Hak dasar persoalan harus dipahami secara jelas.
  2. Tidak ada hambatan dalam tawar-menawar.
  3. Hanya beberapa orang yang dapat terlibat.

  •  Aturan dan Prosedur hukum tentang lingkungan
"Pemerintah dapat menerbitkan peraturan mengenai bagaimana menanggulangi atau setidaknya meminimalisir dampak negatif suatu eksternalitas."

  • Menjual atau melelang hak untuk menimpalkan eksternalitas
"Tidak semua keputusan/tindakan yang menimbulkan eksternalitas harus dilarang." 


Sunday, October 28, 2018

Teori Produsen

  • Keputusan Produsen
    1. Apa yang akan diproduksi ?
    2. Bagaimana cara memproduksi ?
    3. Faktor produksi yang akan digunakan ?
    4. Jumlah barang/jasa yang akan dihasilkan ?
    5. Bagaimana cara berproduksi agar dapat dicapai tingkat produksi optimal ?
  • Asumsi Pokok Perilaku Produsen
    1. Output dihubungkan dengan input dan teknologi oleh fungsi produksi.
    Fungsi Produksi : Pernyataan yang menghubungkan kuantitas input pada berbagai tingkat output dengan teknologi tertentu.
    2. Harga-harga dan teknologi bersifat given (sudah diketahui produsen)
    3. Input & Teknologi dipilih yang meminimumkan biaya produksi.
  • Pilihan Produsen Tergantung Periode Waktu
  1. Short Run (Jangka Pendek) Periode waktu dimana satu input adalah tetap dan kuantitasnya tidak dapat diubah-ubah.
  2. Long Run (Jangka Panjang) Periode waktu dimana memungkinkan semua input berubah (karena waktu yang cukup panjang). Tidak ada input tetap dalam jangka panjang.
  • Fungsi Produksi → Hubungan antara kuantitas input (k & l) yang digunakan untuk memproduksi sebuah barang dan kuantitas output dari barang tersebut.
Contoh : Petani Jack menanam gandum, memiliki 5 are tanah, dia dapat menyewa beberapa pekerja yang dia mau.

Inflasi

  • Tingkat harga dan laju inflasi merupakan besaran ekonomi yang selalu ramai dibicarakan bahkan menjadi momok bagi eksistensi pemerintah.
  • Kebijakan yang berkaitan dengan inflasi dikenal sebagai kebijakan stabilisasi harga atau kebijakan untuk mencapai keseimbangan intern.
1. Definisi Inflasi :
Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan berlangsung secara terus menerus. Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga satu atau beberapa barang pada suatu saat tertentu dan hanya sementara belum tentu menimbulkan inflasi.
2. Cara Perhitungan Inflasi :
  • Menggunakan Harga Umum
  • Menggunakan Angka Deflator
  • Menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK)
  • Menggunakan Harga Pengharapan
  • Menggunakan Indeks Harga Saham Dalam dan Luar Negeri
Nilai dan Harga Uang

  • Nilai Uang Nominal, yaitu besaran scalar yang tercantum pada uang tersebut.
  • Nilai Uang Riil, yaitu nilai uang yang mencerminkan daya beli uang tersebut.
M = m/P
Dimana ; 
M adalah Nilai Uang Nominal
P adalah Harga
m merupakan Nilai riil dari uang

  • Baku Moneter (Monetary Standard)
Merupakan suatu sistem moneter dimana uang yang beredar dalam masyarakat diukur nilainya.
  • Peraturan :
    - Ciri Uang
    - Pencetakan dan Peredaran Uang
    - Ekspor dan Impor Logam Mulia
    - Kemudahan kepada Bank dalam hubungan dengan Uang
Ada 2 (dua) macam baku moneter :
  1. Baku Barang (Commodity Standard)
    Nilai uang harus dijamin oleh seberat barang tertentu
  • Baku Tunggal, hanya satu macam barang (biasanya emas) yang dipakai sebagai baku moneter.
  • Baku Kembar, dua macam barang
  • Baku Pincang, adalah sistem moneter yang menggunakan satu logam mulia (emas) sebagai baku moneter, tetapi pada saat yang sama beredar pula uang dari logam yang lain.
2. Baku Kepercayaan (Fiat Standard)
Sistem moneter dimana nilai atau daya beli uang tidak perlu dijamin dengan seberat logam atau barang tertentu.
Cara Perhitungan Inflasi

  • Harga Umum
    Cara umum yang dipakai untuk menghitung inflasi adalah dengan angka harga umum (General Price) rumus yang dipakai adalah :

     

Dimana : 
LIt  = Laju inflasi tahun/periode t 
HUt = Harga umum periode t
HUt-1 = Harga umum periode t-1




Teori Pertumbuhan Ekonomi


Pembahasan kali ini terdiri atas tiga sub bab pembahasan antara lain sebagai berikut ;
  1. Dasar Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
  2. Dasar Teori Pertumbuhan Ekonomi
  3. Model-Model Pertumbuhan Ekonomi
  1. Dasar Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Simon Kuznets, Pertumbuhan ekonomi dikatakan sebagai " Kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemampuan teknologi dan penyesuaian kelembagaan serta ideologis yang diperlukan."
Ada 3 (tiga) komponen dasar yang diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi :

  • Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya persediaan barang secara terus menerus.
  • Teknologi maju merupakan faktor utama, dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan terletak pada kemampuan suatu negara dalam menyediakan aneka macam barang kepada penduduknya.
  • Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi, sehingga inovasi yang dihasilkan oleh IPTEK umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat.
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.

  • Masalah pertumbuhan ekonomi dipandang oleh para ekonom sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. 
  • Istilah Pertumbuhan Ekonomi sering digunakan secara bergantian dengan Perkembangan Ekonomi lebih mengacu kepada masalah negara terbelakang dan negara berkembang, sedangkan Pertumbuhan Ekonomi lebih mengacu kepada masalah negara maju.
Menurut Hicks, masalah negara terbelakang menyangkut pengembangan sumber daya yang tidak/belum dipergunakan, kendati penggunaannya telah cukup dikenal. Sedangkan, masalah negara maju terkait dengan pertumbuhan, karena kebanyakan dari sumber daya mereka sudah diketahui dan dikembangkan sampai batas tertentu.

Catatan : Masalah perkembangan, memerlukan dan melibatkan semacam pengarahan, pengaturan dan pedoman dalam rangka menciptakan kekuatan-kekuatan bagi perluasan dan pemeliharaan.

Saturday, October 27, 2018

Teori Konsumsi

Ekonomi Mikro atau Ekonomi Makro

  • Bagaimana rumah tangga memutuskan berapa banyak dari pendapatan mereka yang di konsumsi sekarang dan berapa banyak  yang ditabung untuk masa yang akan datang ?
  • Jawabannya akan mempunyai konsekuensi pada ekonomi makro.
  • Pada pembahasan-pembahasan terdahulu nampak bagaimana keputusan konsumsi rumah tangga mempengaruhi perekonomian secara makro.
Beberapa Hipotesis Fungsi Konsumsi, Sebagai berikut..

  1. Berdasarkan Tingkat Pendapatan Absolut (Keynes dan Kuznets)
  2. Berdasarkan Pendapatan Relatif (James S. Dusenberry)
  3. Berdasarkan Siklus Kehidupan (Brumberg Modigliani)
  4. Berdasarkan Pendapatan Permanen (Milton Friedman)
  5. Pendapatan Permanen Berdasarkan Pilihan Antar Waktu (Robert Hall dan Random Walk)
  6. Pendapatan Modern Dalam Hidup Penuh Ketidakpastian (John Y. Campbell dan N. Gregory Mankiw)
1. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Pendapatan Absolut (Keynes dan Kuznets)



  • Keynes merumuskan bahwa fungsi konsumsi merupakan schedule konsumsi yang direncanakan pada berbagai tingkat pendapatan.
  • Keynes percaya bahwa schedule konsumsi yang direncanakan ini merupakan Fundamental Psychological Law, yang dimana perubahan konsumsi lebih kecil daripada perubahan pendapatan disposibel, artinya fungsi konsumsi memiliki kemiringan kurang dari satu. Pendapatan Disposibel atau Disposible Income (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposible Income ini diperoleh dari Personal Income (PI) dikurangi dengan Pajak Langsung.

    [ DI = Personal Income - Pajak Langsung

    Pajak langsung (Direct Tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
  • Keynes berpendapat bahwa konsumsi secara mutlak (absolut) cenderung banyak dipengaruhi dari tingkat pendapatan sekarang secara absolut.
  • Menurut keynes, pengaruh tingkat bunga terhadap konsumsi hanya sebatas teori dan dalam jangka pendek, pengaruh dari tingkat bunga terhadap konsumsi tidak penting, karena konsumsi lebih banyak dipengaruhi oleh pendapatan sekarang secara absolut.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam Teori Konsumsi Keynes:
  1. Variabel Nyata, Fungsi Konsumsi Keynes menunjukkan hubungan antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang keduanya dinyatakan dengan tingkat harga konstan. Jadi bukan pendapatan dan konsumsi nominal.
  2. Pendapatan yang Terjadi, Pendapatan nasional yang menentukan besar kecilnya konsumsi adalah pendapatan nasional yang terjadi pada saat itu (Current National Income). Jadi bukannya pendapatan sebelumnya atau pendapatan yang akan datang.
  3. Pendapatan Absolut, Fungsi Konsumsi Keynes variabel pendapatan nasionalnya merupakan pendapatan nasional absolut yang benar-benar terjadi saat itu dan bukan pendapatan permanen atau relatif.
  4. Bentuk Fungsi Konsumsi, Fungsi Konsumsi Keynes berbentuk lengkung yakni garis Co-Co' dengan nilai MPC yang menurun. Jika dalam berbagai buku dibuat linear, itu sebenarnya hanya untuk memudahkan dalam proses pembelajaran saja. Selain itu, fungsi konsumsinya tidak melalui titik silang sumbu nol. Tetapi fungsi konsumsi di mulai dari simbol "a" atau "Co". Sebagai pertanda besarnya konsumsi yang harus ada sekalipun pendapatan nasional nol.
2. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Pendapatan Relatif (James S. Dusenberry)



  • Dasar teori Dusenberry lebih kepada pengembangan Teori Keynes yang didasarkan pada studi empiris dari Kuznets.
  • Menurut Dusenberry; Pengeluaran Konsumsi suatu masyarakat ditentukan terutama oleh tingginya tingkat pendapatan relatif tinggi yang pernah ia capai.
  • Untuk mempertahankan tingkat konsumsi yang tetap tinggi, maka ia harus mengorbankan atau mengurangi bersarnya saving.
  • Jikat pendapatan bertambah lagi, maka konsumsi mereka juga akan bertambah makin besar lagi. Namun, saving akan bertambah lebih sedikit daripada tambahan konsumsinya. Kenyataan ini akan dapat dijumpai sampa pada tingkat pendapatan tertinggi yang pernah ia capai.
  • Menurutnya, keputusan untuk mengkonsumsi dan saving sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial (Status Sosial) dimana seseorang itu hidup. Jadi seseorang dengan pendapatan tertentu akan lebih banyak mengkonsumsi jika ia hidup dalam lingkungan sosial yang lebih kaya.
Ingat :
  • Dusenberry berteori bahwa Rumah Tangga senang memelihara standar hidup tertentu.
  • Menurtnya cukup beralasan jika fungsi konsumsi disajikan sebagai ; C = 𝑓 (𝑌𝑐 - 𝑌𝚙𝚙).
  • Di mana Yc adalah Pendapatan sekarang yang secara relatif selalu lebih tinggi daripada pendapatan sebelumnya, sedangkan Ypp adalah pendapatan sebelumnya. Jadi konsumsi yang akan dihubungkan dengan tingkat pendapatan relatif seseorang di dalam masyarakatnya.
  • Perubahan-perubahan dalam pendapatan nasional akan menghasilkan fungsi konsumsi dalam jangka pendek/
  • Misalnya jika pendapatan mereka merosot dari Y₃ ke Y₁, maka konsumsi mereka pun juga turun. Tetapi mereka tidak mau lagi melakukan konsumsi sebesar C₁ melainkan paling rendah mereka mau mengkonsumsi sebesar Ca atau di atas Ca dan bukan C₁.
  • Selanjutnya, jika pendapatan mereka naik lagi menjadi sebesar Y₂, maka konsumsi mereka juga akan naik sebesar Cb dan bukan C₂.
3. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Siklus Kehidupan (Brumberg Modigliani)


  • Teori Modigliani didasarkan pada model Fisher dan Keynes.
  • Menurut model Fisher konsumsi bergantung pada pendapatan seumur hidup seorang. Kemudian, tujuan teori Modigliani ini ingin memecahkan teori Keynes berdasarkan data atas dasar teori Fisher.
  •  Menurut Modigliani, pendapatan bervariasi secara sistematis selama kehidupan seseorang dan tabungan membuat konsumen dapat menggerakan pendapatan dari masa hidupnya ketika pendapatan mereka tinggi ke dalam ketika mereka hidup dengan pendapatan rendah/pensiun.
  • Misal seseorang berharap hidup selamat T tahun lagi dan memiliki kekayaan total sebesar W dan pendapatan yang diharapkan sebesar Y selama pensiun R tahun dari sekarang. Berapa tingkat konsumsi mereka?
  • Jika kekayaan awal W dengan tingkat penghasilan sumur hidup R x Y sehingga konsumsi rata-rata selama hidupnya (T) tahun adalah sebagai berikut ;
    C = ( W + RY)/T dapat di tulis pula ; C = (1/T)W + (R/T)Y atau
    C = aW + bY. Dimana "a" dan "b" parameter dari pendapatan selama mereka hidup.
Misal ; Jika seseorang ingin hidup selama T = 80 tahun dan bekerja selama R = 35 tahun, maka fungsi konsumsinya adalah ; 
C = (1/80) W + (35/80)Y atau C = 0,0125W + 0,44Y 

  • Berdasarkan kepada variasi pendapatannya, maka teori konsumsi ini membagi pola konsumsi menjadi tiga bagian berdasarkan umur seseorang.
  1. Dari umur 0 (nol) hingga berusia tertentu (cukup dewasa) 
  2. Dari umur dewasa (umur produktif), maka ia sudah punya saving untuk bekal hidupnya di masa datang. 
  3. Ketika sudah berumur pensiun (tua) sehingga ia menjadi di saving lagi karena ia sudah tidak memiliki pendapatan lagi. 

  • Asumsi dasar Teori Konsumsi Siklus Hidup ini adalah "Bahwa individu merencanakan perilaku konsumsi dan tabungan mereka selama periode yang panjang dengan tujuan mengalokasikan konsumsi mereka untuk membuat hidup yang lebih baik dan stabil." 
4. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Pendapatan Permanen (Milton Friedman)
  • Pada dasarnya, teori Friedman ini untuk melengkapi hipotesis konsumsi Modigliani, sehingga pendapatan permanen yang dimaksud juga berdasarkan model perilaku dari Irving Fisher yang rasional.
  • Menurut Teori ini, pendapatan dapat dibedakan menjadi dua yaitu; Pendapatan Permanen (Permanent Income) dan Pendapatan Sementara (Transitory Income).
  • Menurut Friedman ; Pendapatan sekarang (Y) terdiri dari pendapatan permanen (Yp) dan Pendapatan Sementara atau Permanen Transitori (Y𝖳) atau dapat ditulis Y = Yp + Y𝖳
  • Karena pendapatan merupakan Y = Yp + Y𝖳, maka konsumsi juga merupakan fungsi dari pendapatan tersebut sehingga fungsi konsumsi dapat ditulis C = Cp + C𝖳.
  • Bedanya, pendapatan permanen merupakan pendapatan rata-rata. Sedangkan pendapatan transitori merupakan penamabahan atau pengurangan dari pendapatan permanen yang tak diharapkan.



Sunday, July 1, 2018

PERANG DAGANG KIAN MEMANAS, APAKAH PEREKONOMIAN INDONESIA TERKENA DAMPAKNYA ?


Belakangan ini perekonomian dunia sedang dihebohkan dengan adanya perang dagang antar negara Amerika Serikat dengan Negara Tiongkok. Peristiwa ini dimulai dari adanya pemberlakuan kenaikan tarif impor sebesar 25% (persen) dan 10% (persen) untuk impor baja dan alumunium, dan penambahan tarif hingga 25% (persen) untuk berbagai jenis teknologi canggih ke Negara Tiongkok sekitar US$ 600 Miliar oleh presiden AS Donald J. Trump, diberlakukannya kenaikan tarif ini oleh Presiden Trump sebagai sanksi kepada Pemerintah Negara Tiongkok atas berbagai praktek bisnis yang tidak adil yang dilakukan oleh pemerintahan Tiongkok.

Lalu pemerintahan Negera Tiongkok membalas dengan menaikkan tarif untuk berbagai produk pertanian dari Amerika Serikat hingga 25% (persen), serta tarif untuk mobil, dan pesawat terbang yang di impor dari negara Amerika Serikat. Adanya pelarangan penjualan komponen teknologi canggih dari Amerika Serikat ke perusahaan besar asal negeri tirai bambu, ZTE, turut mewarnai dan kembali memanasnya perang dagang antar kedua negara tersebut.

Perusahaan ZTE yang bergerak di bidang telekomunikasi asal negara tirai bambu itu disebutkan oleh pemerintah Amerika Serikat, bahwa secara resmi melarang penjualan berbagai komponen hardware dan software serta chip processor ke perusahaan ZTE. Pemerintah AS juga menyatakan bahwa perusahaan itu telah melanggar penjualan komponen teknologi ke negara Iran, dan Korea Utara.
Terjadinya perang dagang ini sejalan dengan membaiknya perekonomian global, yang kemudian terusik dengan peristiwa perang dagang kedua negara besar AS dan Tiongkok. Selain Tiongkok pemerintah AS juga menerapkan tarif sebesar US$ 50 Miliar kepada mitra dagang utamanya Uni Eropa, Meksiko dan Kanada.

Praktik perdagangan yang diberlakukan AS kepada negara-negara mitra dagangnya yang secara langsung akan mendapatkan aksi balasan serupa, yang akhirnya perang kenaikan tarif pun tak bisa dihindarkan secara cepat akan menjalar ke seluruh dunia, yang kemudian berimbas pada perekonomian global yang akan dilanda infesiensi harga dikarenakan konsumen akan membayar harga yang lebih mahal dari barang yang akan mereka beli.

Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF menyatakan adanya proteksionisme AS menjadikan awan gelap yang memayungi perekonomian global, diiringi dengan (1) Pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan The Fed. (2) Meningkatnya utang luar negeri di negara emerging markets. (3) Berkurangnya stimulus fiskal AS (4) Perlambatan perekonomian di negara Tiongkok yang masih berlanjut.
Hal yang harus diperhatikan bagi Indonesia terhadap peristiwa perang dagang antara Negara AS dengan Tiongkok adalah utang negara Indonesia, berdasarkan data dari Bank Indonesia jumlahnya mencapai US$ 356 Miliar, atau setara sebesar 5000 Triliun, dengan kurs rupiah terakhir.

Grafik 1.2 Perkembangan Utang Luar Negeri Indonesia Tahun 2010 – 2018 (Juta USD)

Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan juga utang pihak swasta, data tersebut menunjukkan utang Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, yang dimana peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan defisit anggaran, hal tersebut menggambarkan bahwa salah satu alasan mengapa pemerintah melakukan pinjaman utang luar negeri untuk menutupi pembiayaan pengeluaran yang tidak dapat dipenuhi dari pendapatan negara yang bersumber dari penerimaan pajak.
Perkembangan utang Indonesia yang terus meningkat meskipun digunakan untuk kegiatan yang produktif tetap masih akan memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, berdasarkan data Kementerian Keuangan mengenai rasio utang luar negeri terhadap PDB Indonesia.

Grafik 1.3 Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB


Rasio utang Indonesia dalam Undang-Undang Keuangan Negara, rasio utang pemerintah dibatasi sebesar 60% terhadap PDB, dengan PDB Indonesia sebesar Rp. 13.476 Triliun rasio utang Indonesia pada tahun 2017 masih di angka aman yaitu sebesar 29.2% (persen).

Dengan realisasi defisit anggaran sebesar 2,46% (persen) dan rasio utang masih dibawah 60% (persen) maka kinerja pemerintah dalam mengelola APBN dapat dibilang cukup kredibel. Jika dibandingkan dengan negara lain rasio utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain seperti negara Thailand memiliki rasio sebesar 33% (persen), Brazil memiliki rasio 40% (persen) bahkan nilai rasio Indonesia masih jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan negara Malaysia sebesar 75% (persen).

Yang menjadikan bahaya dari dampak adanya perang dagang oleh kedua negara AS dan Tiongkok adalah depresiasi mata uang rupiah terhadap mata uang AS, yang dipicu oleh adanya kenaikan suku bunga acuan The Fed, bahkan rencananya The Fed akan menaikkan suku bunganya menjadi 2,5% (persen). Kebijakan itu sebenarnya kontraproduktif dengan upaya pemerintah AS untuk memangkas defisit perdagangan AS dengan Tiongkok yang mencapai US$ 375 Miliar atau setara dengan 5300 Triliun, yang tidak akan dapat terbantu meski dollar AS terapresiasi.

Terjadinya konflik kepentingan pemerintah AS antara kebijakan menaikkan suku bunga acuan The Fed untuk menekan defisit perdagangan AS dinilai terlalu agresif. Kenaikkan suku bunga The Fed ditengah liburan panjang lebaran menyebabkan kurs rupiah terdepresiasi kembali di atas Rp. 14.000 per dollar AS.
Berdasarkan hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia, pada tanggal 29 Juni 2018 resmi menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 5,25% (persen) naik sebesar 50 bps.

Upaya tersebut dilakukan agar rupiah tak kembali terdepresiasi dan mencegah agar dana asing atau (outflow) tidak banyak yang kabur dari Indonesia yang berpotensi menurunkan nilai mata uang rupiah karena investor asing akan melepas rupiah menukarnya dengan mata uang dollar AS, yang kemudian akan menyebabkan pada pengurangan cadangan devisa untuk menahan agar rupiah tidak berlanjut melemah pada mata uang dollar AS.
Kebijakan dalam upaya stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prioritas saat ini, mengapa ? karena jika mata uang rupiah terus terdepresiasi akan mengganggu kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia, yang dimana fundamental Indonesia saat ini tergolong cukup baik.

Kemudian terdepresiasinya nilai Rupiah ini akan menyusahkan terhadap pembayaran utang luar negeri, serta meningkatnya inflasi barang dan jasa impor, pemerintah juga secara langsung tidak akan bisa untuk meningkatkan kegiatan ekspor.

Adanya peristiwa perang dagang antara negara AS dengan Tiongkok dapat menjadi sebuah peluang untuk Indonesia mencari keuntungan, bahkan perang dagang ini dapat menjadi sebuah ancaman bagi Indonesia, dimana Indonesia akan mengalami defisit neraca perdagangan.
Beberapa kegiatan ekspor Indonesia akan terganggu seperti ekspor baja dan alumunium ke Amerika, karena kenaikan tarif akibat perang dagang itu, kemudian kemungkinan impor Indonesia akan meningkat, karena Indonesia dianggap sebagai sasaran pasar ekspor dari negara yang terkena dampak perang dagang.

Dengan demikian Indonesia akan lebih banyak melakukan impor daripada ekspor yang pada akhirnya dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan.

Thursday, February 16, 2017

Cara Mudah Mengingat Saat Belajar

Berapa banyak informasi yang kita terima
setiap hari??
Pastinya banyak, iyakan? Boong kalo engga .. hehe.
Informasi yang diterima oleh manusia dapat di terima melalui dua cara yaitu, melalui Auditori (Pendengaran) dan Visual (penglihatan). Dari semua informasi tersebut,berapa banyak yang mampu kita ingat ? Apakah mencapai setengahya? Lalu yang setengahnya lagi kemana ? Bagaimana sesungguhnya proses informasi tersebut masuk kedalam memori otak seseorang ?

Begitu banyaknya informasi yang di terima setiap hari, akan membuat otak secara terus menerus pilihan, yaitu membuang sebagian informasi yang sudah di kategorikan lama (kadaluarsa) atau menyimpannya ke dalam memori untuk jangka waktu yang lama. Lalu,bagaimana cara otak membuat keputusan melalui informasi membuang atau menyimpan ? Dan,apabila telah tersimpan dalam otak, apakah informasi tersebut dapat dipanggil atau diakses kembali, kalau bisa ... bagaimana caranya?

Untuk mengakses kembali informasi yang diterima otak, tentu ada trik tersendiri. Trik atau cara yang bisa dilakukan adalah tidak dapat memaksa memori mengakses informasi yang diinginkan. Pemanggilan kembali informasi bisa di lakukan dalam kondisi tubuh yang santai, rileks, atau tidak tegang. Dalam hal ini, anda cukup memberi perintah kepada Bank ingatan bahwa Anda membutuhkan informasi tersebut.

Jadi dalam proses belajar.kita dapat menerapkan suatu cara agar informasi yang ingin kita ingat dapat bertahan kuat. Cara yang bisa di lakukan adalah dengan memasukkan unsur emosi positif kedalamnya, misalnya menciptakan suasana belajar yang kondusif. Berikut contoh untuk mengingat yaitu :
  • Baca dan hapalkan seluruh materi pelajaran yang akan di ujikan berulang sampai merasa sudah hafal betul.
  • Lakukan terus berulang-ulangcoba ini untuk satu materi pelajaran yang di ujikan,jangan pindah ke pelajaran lain dulu
  • Tingkatkan motivasi/semangat dalam diri kita untuk memulai belajar.
  • Ubah perasaan tidak senang terhadap apa-apa yang kita pelajari.
  • Berikan pada hati kita suasana nyaman dan senang ketika sedang belajar.
Semoga cara-cara tersebut dapat membantu teman-teman sekalian.

Friday, March 14, 2014

Tips Mengurangi Kecenderungan Merokok

Banyak sekali orang yang bisa menahan diri untuk tidak makan atau jajan. Tapi kata temen saya yang perokok dia susah sekali untuk tidak merokok. Ada yang bilang waktu buka puasa pun lebih baik ga makan nasi dari pada tidak merokok. Ahh yang benerr aja ??

Berbagai cara telah dilakukan seperti mengganti rokok dengan permen karet, menyantap buah-buahan, berpuasa, hingga sugesti pada diri sendiri. 

Namun rasanya tetap sulit untuk berhenti merokok, terutama bagi mereka yang para pecandu berat.Tapi ... Tunggu dulu!! Dari Journal Addiction, hasil riset Adrian Taylor dari United Kingdom's University of Exeter beserta koleganya dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada menemukan cara untuk meredam keinginan merokok dengan berolahraga. 

Dari hasil riset mereka, secara umum, keinginan merokok para responden usai melakukan olahraga cenderung lebih berkurang. Taylor mengatakan, keinginan merokok di antara responden yang berolahraga sepertiga lebih kecil dibandingkan mereka yang menerapkan gaya hidup kurang aktif atau sedentari. Tapi, belum jelas faktor apa yang menyebabkan perbedaan itu. Taylor menduga, olahraga memberi "gangguan" terhadap kebiasaan merokok. 

Olahraga dapat memperbaiki mood atau suasana hati, sehingga responden tidak lagi merasakan adanya suatu keinginan kuat, yang biasanya terpenuhi dengan menghisap rokok. Jadi tips Kiat Mengurangi Keinginan Merokok di atas bisa anda coba. terutama bagi anda yang ingin berhenti atau setidaknya mengurangi frekuensi merokok anda. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Sepak Bola : Pengertian, Sejarah, Peraturan dan Tata Cara Bermain

Sepak bola

A. Pengertian adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.

B. Sejarah

Olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.

Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.

C.  Peraturan dan Tata Cara Bermain.

Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan panjang 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak. Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.

Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah.Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan. Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola untuk mencegah gol, dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang.