Wednesday, October 31, 2018

Pendapatan Daerah

Pendapatan Daerah, berasal dari :
  • Pendapatan asli daerah sendiri
  • Pembagian pendapatan asli daerah
  • Dana perimbangan
  • Pinjaman daerah
  • Pendapatan daerah lainnya yang sah

  1. Pendapatan Asli Daerah
  • Pajak
  • Retribusi Daerah
  • Keuntungan Perusahaan Milik Daerah
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Dalam halaman ini khusus akan dibahas mengenai Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari Pajak daerah karena merupakan bagian PAD yang terbesar.

  1. Pajak

    → adalah Merupakan iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada pemerintah (daerah) tanpa balasa jasa langsung yang dapat ditunjuk, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah.
  • Pajak mempunyai peranan ganda yaitu sebagai sumber pendapatan daerah (budgetary) dan sebagai alat pengatur (regulatory).
2. Sifat dan Prinsip Pajak
Sebagai sumber pendapatan daerah setiap pajak harus memenuhi beberapa unsur diantaranya ;
  • Unsur Keadilan (Equity)
  • Unsur Kepastian (Certainty)
  • Unsur Kelayakan (Convenience
  • Unsur Ekonomi (Efisien)
  •  Unsur Ketepatan (Adequacy)


Tuesday, October 30, 2018

Ekonomi Publik

Dasar Ekonomi Publik
Pengertian
  • Cabang ilmu ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi khalayak ramai (Publik / Masyarakat, Pemerintah). 
Landasan Ekonomi Publik
  1. Masalah
  2. Sistem Perekonomian
 Analisis Sektor Publik
  • Deskripsi kegiatan pemerintah dalam perekonomian
  • Telaah implikasi penerapan kebijakan pemerintah
  • Tinjauan kriteria keberhasilan keputusan publik
  • Evaluasi proses politik yang mengarah pada pengambilan keputusan tentang kebijakan publik
 Peran Pemerintah
  • Pendekatan normatif yang memfokuskan pada apa yang harus dilakukan pemerintah.
  • Pendekatan positif yakni memberikan gambaran dan penjelasan apa yang dilakukan pemerintah dan apa konsekuensinya
Kegagalan Pasar
  • Kegagalan dari persaingan
  •  Adanya barang publik
  • Faktor eksternalitas 
  • Struktur pasar tidak sebagaimana diasumsikan (pasar persaingan sempurna) 
  • Informasi tidak lengkap 

Eksternalitas

Pengertian
  • Dampak aktivitas pelaku ekonomi terhadap ekonomi lain yang tidak diperhitungkan oleh sistem mekanisme harga normal.
  • Dampak tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak lain tanpa diikuti adanya kompensasi. 
Sifat dan Jenis Eksternalitas 
  1. Bersifat Positif (Menimbulkan manfaat)
  2. Bersifat Negatif (Menimbulkan kerugian)
Menginternalkan Eksternalitas
  • Pajak dan Subsidi yang ditanggung Pemerintah.
  • Tawar-menawar dan Negoisasi swasta.
  • Aturan dan Prosedur hukum tentang lingkungan
  • Menjual atau melelang hak untuk menimpalkan eksternalitas.
  • Peraturan pemerintah secara langsung.

  • Pajak dan Subsidi yang ditanggung Pemerintah
"Melalui pembebanan pajak kepada perusahaan senilai kerusakan yang ditumbulkan".

  •  Tawar-menawar dan Negoisasi swasta
"Pemerintah tidak perlu terlibat dalam hal mengatasi eksternalitas, untuk itu serahkan saja pada pihak-pihak yang terlibat yang justru akan menghasilkan solusi yang effisien dalam banyak kerugian sosial." ( Ronald Coase 1960)
Tiga syarat keberhasilan teorema Coase :
  1. Hak dasar persoalan harus dipahami secara jelas.
  2. Tidak ada hambatan dalam tawar-menawar.
  3. Hanya beberapa orang yang dapat terlibat.

  •  Aturan dan Prosedur hukum tentang lingkungan
"Pemerintah dapat menerbitkan peraturan mengenai bagaimana menanggulangi atau setidaknya meminimalisir dampak negatif suatu eksternalitas."

  • Menjual atau melelang hak untuk menimpalkan eksternalitas
"Tidak semua keputusan/tindakan yang menimbulkan eksternalitas harus dilarang." 


Sunday, October 28, 2018

Teori Produsen

  • Keputusan Produsen
    1. Apa yang akan diproduksi ?
    2. Bagaimana cara memproduksi ?
    3. Faktor produksi yang akan digunakan ?
    4. Jumlah barang/jasa yang akan dihasilkan ?
    5. Bagaimana cara berproduksi agar dapat dicapai tingkat produksi optimal ?
  • Asumsi Pokok Perilaku Produsen
    1. Output dihubungkan dengan input dan teknologi oleh fungsi produksi.
    Fungsi Produksi : Pernyataan yang menghubungkan kuantitas input pada berbagai tingkat output dengan teknologi tertentu.
    2. Harga-harga dan teknologi bersifat given (sudah diketahui produsen)
    3. Input & Teknologi dipilih yang meminimumkan biaya produksi.
  • Pilihan Produsen Tergantung Periode Waktu
  1. Short Run (Jangka Pendek) Periode waktu dimana satu input adalah tetap dan kuantitasnya tidak dapat diubah-ubah.
  2. Long Run (Jangka Panjang) Periode waktu dimana memungkinkan semua input berubah (karena waktu yang cukup panjang). Tidak ada input tetap dalam jangka panjang.
  • Fungsi Produksi → Hubungan antara kuantitas input (k & l) yang digunakan untuk memproduksi sebuah barang dan kuantitas output dari barang tersebut.
Contoh : Petani Jack menanam gandum, memiliki 5 are tanah, dia dapat menyewa beberapa pekerja yang dia mau.

Inflasi

  • Tingkat harga dan laju inflasi merupakan besaran ekonomi yang selalu ramai dibicarakan bahkan menjadi momok bagi eksistensi pemerintah.
  • Kebijakan yang berkaitan dengan inflasi dikenal sebagai kebijakan stabilisasi harga atau kebijakan untuk mencapai keseimbangan intern.
1. Definisi Inflasi :
Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan berlangsung secara terus menerus. Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga satu atau beberapa barang pada suatu saat tertentu dan hanya sementara belum tentu menimbulkan inflasi.
2. Cara Perhitungan Inflasi :
  • Menggunakan Harga Umum
  • Menggunakan Angka Deflator
  • Menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK)
  • Menggunakan Harga Pengharapan
  • Menggunakan Indeks Harga Saham Dalam dan Luar Negeri
Nilai dan Harga Uang

  • Nilai Uang Nominal, yaitu besaran scalar yang tercantum pada uang tersebut.
  • Nilai Uang Riil, yaitu nilai uang yang mencerminkan daya beli uang tersebut.
M = m/P
Dimana ; 
M adalah Nilai Uang Nominal
P adalah Harga
m merupakan Nilai riil dari uang

  • Baku Moneter (Monetary Standard)
Merupakan suatu sistem moneter dimana uang yang beredar dalam masyarakat diukur nilainya.
  • Peraturan :
    - Ciri Uang
    - Pencetakan dan Peredaran Uang
    - Ekspor dan Impor Logam Mulia
    - Kemudahan kepada Bank dalam hubungan dengan Uang
Ada 2 (dua) macam baku moneter :
  1. Baku Barang (Commodity Standard)
    Nilai uang harus dijamin oleh seberat barang tertentu
  • Baku Tunggal, hanya satu macam barang (biasanya emas) yang dipakai sebagai baku moneter.
  • Baku Kembar, dua macam barang
  • Baku Pincang, adalah sistem moneter yang menggunakan satu logam mulia (emas) sebagai baku moneter, tetapi pada saat yang sama beredar pula uang dari logam yang lain.
2. Baku Kepercayaan (Fiat Standard)
Sistem moneter dimana nilai atau daya beli uang tidak perlu dijamin dengan seberat logam atau barang tertentu.
Cara Perhitungan Inflasi

  • Harga Umum
    Cara umum yang dipakai untuk menghitung inflasi adalah dengan angka harga umum (General Price) rumus yang dipakai adalah :

     

Dimana : 
LIt  = Laju inflasi tahun/periode t 
HUt = Harga umum periode t
HUt-1 = Harga umum periode t-1




Teori Pertumbuhan Ekonomi


Pembahasan kali ini terdiri atas tiga sub bab pembahasan antara lain sebagai berikut ;
  1. Dasar Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
  2. Dasar Teori Pertumbuhan Ekonomi
  3. Model-Model Pertumbuhan Ekonomi
  1. Dasar Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Simon Kuznets, Pertumbuhan ekonomi dikatakan sebagai " Kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemampuan teknologi dan penyesuaian kelembagaan serta ideologis yang diperlukan."
Ada 3 (tiga) komponen dasar yang diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi :

  • Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya persediaan barang secara terus menerus.
  • Teknologi maju merupakan faktor utama, dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan terletak pada kemampuan suatu negara dalam menyediakan aneka macam barang kepada penduduknya.
  • Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi, sehingga inovasi yang dihasilkan oleh IPTEK umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat.
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.

  • Masalah pertumbuhan ekonomi dipandang oleh para ekonom sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. 
  • Istilah Pertumbuhan Ekonomi sering digunakan secara bergantian dengan Perkembangan Ekonomi lebih mengacu kepada masalah negara terbelakang dan negara berkembang, sedangkan Pertumbuhan Ekonomi lebih mengacu kepada masalah negara maju.
Menurut Hicks, masalah negara terbelakang menyangkut pengembangan sumber daya yang tidak/belum dipergunakan, kendati penggunaannya telah cukup dikenal. Sedangkan, masalah negara maju terkait dengan pertumbuhan, karena kebanyakan dari sumber daya mereka sudah diketahui dan dikembangkan sampai batas tertentu.

Catatan : Masalah perkembangan, memerlukan dan melibatkan semacam pengarahan, pengaturan dan pedoman dalam rangka menciptakan kekuatan-kekuatan bagi perluasan dan pemeliharaan.

Saturday, October 27, 2018

Teori Konsumsi

Ekonomi Mikro atau Ekonomi Makro

  • Bagaimana rumah tangga memutuskan berapa banyak dari pendapatan mereka yang di konsumsi sekarang dan berapa banyak  yang ditabung untuk masa yang akan datang ?
  • Jawabannya akan mempunyai konsekuensi pada ekonomi makro.
  • Pada pembahasan-pembahasan terdahulu nampak bagaimana keputusan konsumsi rumah tangga mempengaruhi perekonomian secara makro.
Beberapa Hipotesis Fungsi Konsumsi, Sebagai berikut..

  1. Berdasarkan Tingkat Pendapatan Absolut (Keynes dan Kuznets)
  2. Berdasarkan Pendapatan Relatif (James S. Dusenberry)
  3. Berdasarkan Siklus Kehidupan (Brumberg Modigliani)
  4. Berdasarkan Pendapatan Permanen (Milton Friedman)
  5. Pendapatan Permanen Berdasarkan Pilihan Antar Waktu (Robert Hall dan Random Walk)
  6. Pendapatan Modern Dalam Hidup Penuh Ketidakpastian (John Y. Campbell dan N. Gregory Mankiw)
1. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Pendapatan Absolut (Keynes dan Kuznets)



  • Keynes merumuskan bahwa fungsi konsumsi merupakan schedule konsumsi yang direncanakan pada berbagai tingkat pendapatan.
  • Keynes percaya bahwa schedule konsumsi yang direncanakan ini merupakan Fundamental Psychological Law, yang dimana perubahan konsumsi lebih kecil daripada perubahan pendapatan disposibel, artinya fungsi konsumsi memiliki kemiringan kurang dari satu. Pendapatan Disposibel atau Disposible Income (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposible Income ini diperoleh dari Personal Income (PI) dikurangi dengan Pajak Langsung.

    [ DI = Personal Income - Pajak Langsung

    Pajak langsung (Direct Tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
  • Keynes berpendapat bahwa konsumsi secara mutlak (absolut) cenderung banyak dipengaruhi dari tingkat pendapatan sekarang secara absolut.
  • Menurut keynes, pengaruh tingkat bunga terhadap konsumsi hanya sebatas teori dan dalam jangka pendek, pengaruh dari tingkat bunga terhadap konsumsi tidak penting, karena konsumsi lebih banyak dipengaruhi oleh pendapatan sekarang secara absolut.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam Teori Konsumsi Keynes:
  1. Variabel Nyata, Fungsi Konsumsi Keynes menunjukkan hubungan antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang keduanya dinyatakan dengan tingkat harga konstan. Jadi bukan pendapatan dan konsumsi nominal.
  2. Pendapatan yang Terjadi, Pendapatan nasional yang menentukan besar kecilnya konsumsi adalah pendapatan nasional yang terjadi pada saat itu (Current National Income). Jadi bukannya pendapatan sebelumnya atau pendapatan yang akan datang.
  3. Pendapatan Absolut, Fungsi Konsumsi Keynes variabel pendapatan nasionalnya merupakan pendapatan nasional absolut yang benar-benar terjadi saat itu dan bukan pendapatan permanen atau relatif.
  4. Bentuk Fungsi Konsumsi, Fungsi Konsumsi Keynes berbentuk lengkung yakni garis Co-Co' dengan nilai MPC yang menurun. Jika dalam berbagai buku dibuat linear, itu sebenarnya hanya untuk memudahkan dalam proses pembelajaran saja. Selain itu, fungsi konsumsinya tidak melalui titik silang sumbu nol. Tetapi fungsi konsumsi di mulai dari simbol "a" atau "Co". Sebagai pertanda besarnya konsumsi yang harus ada sekalipun pendapatan nasional nol.
2. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Pendapatan Relatif (James S. Dusenberry)



  • Dasar teori Dusenberry lebih kepada pengembangan Teori Keynes yang didasarkan pada studi empiris dari Kuznets.
  • Menurut Dusenberry; Pengeluaran Konsumsi suatu masyarakat ditentukan terutama oleh tingginya tingkat pendapatan relatif tinggi yang pernah ia capai.
  • Untuk mempertahankan tingkat konsumsi yang tetap tinggi, maka ia harus mengorbankan atau mengurangi bersarnya saving.
  • Jikat pendapatan bertambah lagi, maka konsumsi mereka juga akan bertambah makin besar lagi. Namun, saving akan bertambah lebih sedikit daripada tambahan konsumsinya. Kenyataan ini akan dapat dijumpai sampa pada tingkat pendapatan tertinggi yang pernah ia capai.
  • Menurutnya, keputusan untuk mengkonsumsi dan saving sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial (Status Sosial) dimana seseorang itu hidup. Jadi seseorang dengan pendapatan tertentu akan lebih banyak mengkonsumsi jika ia hidup dalam lingkungan sosial yang lebih kaya.
Ingat :
  • Dusenberry berteori bahwa Rumah Tangga senang memelihara standar hidup tertentu.
  • Menurtnya cukup beralasan jika fungsi konsumsi disajikan sebagai ; C = 𝑓 (𝑌𝑐 - 𝑌𝚙𝚙).
  • Di mana Yc adalah Pendapatan sekarang yang secara relatif selalu lebih tinggi daripada pendapatan sebelumnya, sedangkan Ypp adalah pendapatan sebelumnya. Jadi konsumsi yang akan dihubungkan dengan tingkat pendapatan relatif seseorang di dalam masyarakatnya.
  • Perubahan-perubahan dalam pendapatan nasional akan menghasilkan fungsi konsumsi dalam jangka pendek/
  • Misalnya jika pendapatan mereka merosot dari Y₃ ke Y₁, maka konsumsi mereka pun juga turun. Tetapi mereka tidak mau lagi melakukan konsumsi sebesar C₁ melainkan paling rendah mereka mau mengkonsumsi sebesar Ca atau di atas Ca dan bukan C₁.
  • Selanjutnya, jika pendapatan mereka naik lagi menjadi sebesar Y₂, maka konsumsi mereka juga akan naik sebesar Cb dan bukan C₂.
3. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Siklus Kehidupan (Brumberg Modigliani)


  • Teori Modigliani didasarkan pada model Fisher dan Keynes.
  • Menurut model Fisher konsumsi bergantung pada pendapatan seumur hidup seorang. Kemudian, tujuan teori Modigliani ini ingin memecahkan teori Keynes berdasarkan data atas dasar teori Fisher.
  •  Menurut Modigliani, pendapatan bervariasi secara sistematis selama kehidupan seseorang dan tabungan membuat konsumen dapat menggerakan pendapatan dari masa hidupnya ketika pendapatan mereka tinggi ke dalam ketika mereka hidup dengan pendapatan rendah/pensiun.
  • Misal seseorang berharap hidup selamat T tahun lagi dan memiliki kekayaan total sebesar W dan pendapatan yang diharapkan sebesar Y selama pensiun R tahun dari sekarang. Berapa tingkat konsumsi mereka?
  • Jika kekayaan awal W dengan tingkat penghasilan sumur hidup R x Y sehingga konsumsi rata-rata selama hidupnya (T) tahun adalah sebagai berikut ;
    C = ( W + RY)/T dapat di tulis pula ; C = (1/T)W + (R/T)Y atau
    C = aW + bY. Dimana "a" dan "b" parameter dari pendapatan selama mereka hidup.
Misal ; Jika seseorang ingin hidup selama T = 80 tahun dan bekerja selama R = 35 tahun, maka fungsi konsumsinya adalah ; 
C = (1/80) W + (35/80)Y atau C = 0,0125W + 0,44Y 

  • Berdasarkan kepada variasi pendapatannya, maka teori konsumsi ini membagi pola konsumsi menjadi tiga bagian berdasarkan umur seseorang.
  1. Dari umur 0 (nol) hingga berusia tertentu (cukup dewasa) 
  2. Dari umur dewasa (umur produktif), maka ia sudah punya saving untuk bekal hidupnya di masa datang. 
  3. Ketika sudah berumur pensiun (tua) sehingga ia menjadi di saving lagi karena ia sudah tidak memiliki pendapatan lagi. 

  • Asumsi dasar Teori Konsumsi Siklus Hidup ini adalah "Bahwa individu merencanakan perilaku konsumsi dan tabungan mereka selama periode yang panjang dengan tujuan mengalokasikan konsumsi mereka untuk membuat hidup yang lebih baik dan stabil." 
4. Fungsi Konsumsi Berdasarkan Pendapatan Permanen (Milton Friedman)
  • Pada dasarnya, teori Friedman ini untuk melengkapi hipotesis konsumsi Modigliani, sehingga pendapatan permanen yang dimaksud juga berdasarkan model perilaku dari Irving Fisher yang rasional.
  • Menurut Teori ini, pendapatan dapat dibedakan menjadi dua yaitu; Pendapatan Permanen (Permanent Income) dan Pendapatan Sementara (Transitory Income).
  • Menurut Friedman ; Pendapatan sekarang (Y) terdiri dari pendapatan permanen (Yp) dan Pendapatan Sementara atau Permanen Transitori (Y𝖳) atau dapat ditulis Y = Yp + Y𝖳
  • Karena pendapatan merupakan Y = Yp + Y𝖳, maka konsumsi juga merupakan fungsi dari pendapatan tersebut sehingga fungsi konsumsi dapat ditulis C = Cp + C𝖳.
  • Bedanya, pendapatan permanen merupakan pendapatan rata-rata. Sedangkan pendapatan transitori merupakan penamabahan atau pengurangan dari pendapatan permanen yang tak diharapkan.